Rintangan Merekrut
Sebagai pelaku bisnis MLM, hendaknya Anda sensitif merasakan segala rintangan yang di hadapi downline. Demi meraih kesuksesan terkadang harus menempuh berbagai rintangan, khususnya saat merekrut. Tapi jika gigih mengatasinya, berarti kesuksesan telah di ambang mata.
Tak bisa dipungkiri, dari sejumlah prospek yang telah susah payah Anda
rekrut, diantaranya menyatakan keluar setelah menggelutinya hanya
beberapa bulan.salah satu cara menghindarinya yaitu dengan memberi
segala bantuan yang dibutuhkan prospek, tanpa menyepelekan urusan Anda
sendiri. Karena bagaimanapun juga, Anda mempunyai bisnis yang mesti
digeluti serius.
Dibanding bisnis lainnya, mungkin cuma MLM yang sarat dengan proses
pembelajaran. Lewat training yang digelar perusahaan maupun leader,
prospek ditempa agar memiliki jiwa usahawan. Prospek terlatih
menghadapi penolakan dan kegagalan saat menjual atau mengajak prospek
bergabung. Oleh sebab itu pakar kebebasan finansial, Robert T.
Kiyosaki lebih mengedepankan soal training, ketimbang hal-hal penting
lainnya.
Di masa-masa training, network marketer langsung disodorkan pada
praktek kehidupan nyata. Misalnya, melakukan kesalahan, menghadapi
ketakutan, lalu belajar dari kesalahan, memperbaiki dan mengulangi
prosesnya. Menurut Kiyosaki, sebagai sekolah kehidupan nyata,
perusahaan MLM yang sistem pendidikannya bagus bisa dijadikan program
pengembangan pribadi jangka pendek terbaik. Perusahaan MLM itu akan
meramgkul setiap membernya, menuntun ke arah kehidupan yang melampaui
ketakutan dan kegagalan.
Di MLM, bisanya proses pembelajaran dilakukan sedikitnya setahun.
Selama itu pelaku bisnis ini dididik bagaimana meraih kesuksesan,
prinsip kepemimpinan, keahlian manajemen, membangun kerjasama tim dan
lain-lain. Berbekal semua itu diharapkan pelaku bisnis MLM bisa
menjadi leader yang mampu menduplikasikan dirinya kepada segenap
downline di jaringannya, serta dapat merasakan rintangan-rintangan
seluruh downlinenya.
Salah satu rintangan yang umum terjadi misalnya downline tidak aktif,
atau menyatakan berhenti. Padahal Anda merekrutnya begitu semangat,
setelah memberikan motivasi hingga mengajaknya mengikuti training.
Masalah itu pasti dialami oleh upline, khususnya di masa-masa pertama
menggeluti bisnis ini. Solusinya adalah memberikan waktu dan bantuan
kepada downline secara total, tapi tanpa merugikan diri sendiri. Perlu
diingat, bantuan yang Anda berikan, tidak menjamin mereka tetap
bertahan di bisnis ini.
Dari sekian prospek yang Anda tawarkan peluang berbisnis, sebagiannya
menghormati betapa Anda telah meluangkan waktu untuk berbagi, mereka
pun lantas setuju ikut bergabung, tapi ada juga tidak. Anda telah
melakukan yang terbaik untuk mereka, namun sepertinyanya mereka tidak
memiliki keberanian mengambil resiko. Setelah menyediakan banyak waktu
menjelaskan bukti-bukti kesuksesan pebisnis MLM, bagaimana cara
kerjanya, lalu tiba saatnya Anda menanyakan apakah mereka ikut
mendaftar menjadi member atau tidak. Jika banyak yang mengatakan
“tidak”, cukup katakan dalam hati, “beberapa akan ikut, beberapa
tidak. Aku akan terus memprospek.”
Banyak orang, walau punya segudang waktu, tidak mempergunakannya
secara optimal. Mereka membiarkan waktu terbuang percuma. Padahal
begitu banyak waktu yang Anda luangkan buat mereka, dan mengarahkan
segala kemampuan yang Anda miliki. Misalnya, memberikan pemahaman
tentang bisnis ini, membawanya mengikuti training-training atau
mendengarkan cerita sukses orang lain. Lalu, tiba gilirannya Anda
meminta mereka membuat keputusan.
Minimnya dana bisa menjadi hambatan hanya jika Anda menginginkan
kesuksesan secara instan. Dan sebaik-baik investasi bisnis, adalah
yang tidak memberatkan dana yang di miliki. Salah satu penyebab
mengapa pengeluaran lebih besar dibanding pemasukan adalah kesalahan
mengelola bisnis. Lebih banyak pengeluaran seperti biaya transportasi
menemui prospek, ditambah biaya pulsa telepon untuk menghubungi
prospek, tetapi tidak menghasilkan satu pun jaringan downline. Setelah
membeli starter-kit, satu-satunya cara menghemat biaya adalah dengan
berusaha memasarkannya kepada prospek. Jika berhasil terjual dan
mendapat keuntungan, gunakan hasil penjualan untuk membeli produk,
begitu seterusnya.
Karena kurangnya modal sering menjadi penyakit bisnis. Prospek,
ataupun downline tidak melakukan pembelian produk. Alasannya beragam,
kurangnya modal atau harganya dianggap kelewat mahal. Kurangnya modal
juga bisa terjadi jika salah menjalankan bisnis ini. Mereka terobsesi
membangun jaringan dengan cepat. Padahal proses tersebut tidaklah
berlangsung dengan cepat melainkan memakan waktu lama. Jadi, biaya
yang dikeluarkan dalam perjalanan menemui prospek maupun menghubungi
lewat telepon cukup besar.
Apakah Anda tipe orang yang mudah depresi ketika mengalami kegagalan
lalu putus asa? Apakah kegagalan downline juga mudah mempengaruhi
pikiran? Jika ya, maka yang harus dilakukan adalah dengan menjadi
pribadi yang senantiasa optimis. Ingatlah selalu bahwa bisnis MLM
merupakan permainan angka-angka. Semakin sering Anda menjual dan
merekrut, kesuksesan tidak terlalu sulit untuk diraih.
Cobalah melakukan penjualan agar diperoleh keuntungan eceran. Dari
keuntungan itu, perputaran arus barang dapat langsung dengan cepat,
sehingga perolehan poin pun bertambah pesat. Membangun tim lebih sulit
ketimbang memasarkan produk. Mereka yang punya stok produk besar,
belum tentu seorang yang mampu membangun suatu tim, walaupun sukses
dengan penjualan. Tapi, saat mereka mencontoh Anda dengan pengalaman
yang sedikit, tapi tidak menemukan kesuksesan, mereka akan berhenti.
Lalu, mengembalikan semua stok produk demi meminimalkan biaya yang
dikeluarkan.
Ketika menjual dan menawarkan peluang bisnis itu tentu tidak berjalan
dengan mulus. Tidak semua orang menyatakan antusias, tak sedikit di
antaranya menolak. Jika Anda gagal mengatasi penolakan dan kegagalan,
hindari perasaan depresi yang berlarut-larut. Jadilah seorang optimis
sejati. Lanjutkan penjualan dan mensponsori sebanyak mungkin, sehingga
sukses dapat diraih. Orang yang gagal itu adalah orang yang menyerah
sebelum berperang. Walaupun bisnis ini banyak mencetak jutawan dari
berbagai lapisan sosial, namun kepercayaan masyarakat terhadap
industri ini masih miring. Apalagi sekarang banyak bisnis yang
berkedok MLM tapi merugikan banyak orang, semakin menimbulkan efek
negatif terhadap bisnis MLM. Mereka selalu diliputi pikiran miring
terhadap bisnis ini, maka Anda selaku network marketer sejati bertugas
membersihkannya.
Saat memprospek, hindari mengatakan berapa jumlah penghasilan yang
akan Anda dapat melalui bisnis MLM, karena sebagian dari prospek tidak
akan mudah mempercayainya. Mereka hanya akan menimpali bahwa bisnis
MLM bukanlah bisnis yang logis dengan jumlah bonus yang terlalu
dibesar-besarkan para upline. Kemudian mereka akan menyebutkan
beberapa nama pelaku bisnis MLM yang setelah ikut bergabung, tetapi
gagal. Dan mengatakan bahwa Anda hanya menghambur-hamburkan waktu.
Jika pikiran negatif terus-menerus terdengar, maka dikuatirkan Anda
kehilangan rasa percaya diri, kemudian menjadi pesimis terhadap bisnis
yang sedang digeluti. Yang lebih buruknya lagi, pikiran negatif
tersebut datang dari keluarga atau teman-teman terdekat. Untuk
mengatasinya, cukup tekankan dalam hati bahwa sesungguhnya mereka
hanya belum memahami bisnis MLM, lalu lanjutkan kembali bisnis Anda.
Maka kepada mereka,hindari menyebutkan nilai nominal yang diperoleh di
MLM, sebab mereka akan segera menepisnya dengan menyebutkan beberapa
orang yang gagal. Jika terpengaruh, dikhawatirkan Anda akan melupakan
kekuatan dari bisnis ini, lalu berhenti di tengah jalan. Bukan
mustahil, kondisi semacam itu juga akan menggerogoti downline di
jaringan Anda.
Yang perlu dicamkan kemudian adalah bahwa segala sesuatu yang negatif
yang mereka lontarkan tidak sebanding dengan peluang dan kesempatan
yang dihasilkan dari bisnis MLM, yakni menjadi jutawan.
Anda tertarik untuk Ikutan dengan MLM yang terbukti telah menghasilkan
banyak orang sukses? Klik disini
–
Sumber: LEADER Edisi 7/20 September-20 Oktober 2007
Anda suka dengan Artikel ini? Silahkan mengisi komentar dibawah agar kita bisa berkomunikasi lebih lanjut, atau mendaftar ke feed kami dan dapatkan artikel semacam ini secara otomatis tiap kali kami memposting di blog ini di feed reader Anda. Jika Anda tidak memiliki feed reader, Anda bisa mendapatkan artikel ini melalui email yang akan kami kirimkan ke Anda Klik disini untuk mendapatkan posting artkel di blog ini di email Anda.




Trackbacks & Pingbacks
Buy:Propecia.Viagra Professional.Cialis Soft Tabs.Zithromax.Viagra Super Force.Soma.Viagra Super Active+.Super Active ED Pack.Viagra Soft Tabs.Tramadol.Cialis.Levitra.Viagra.VPXL.Cialis Professional.Cialis Super Active+.Maxaman….
Komentar
Isikan Komentar Anda
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>